Senin, 27 Oktober 2014

Wisata Waduk Jatibarang

Setelah empat tahun masa pembangunan, Waduk Jatibarang Semarang akhirnya mulai dioperasikan, bertepatan dengan peringatan Hari Air Dunia 5 Mei 2014
, waduk dengan luas genangan 189 Ha dan luas daerah tangkapan 54 KM persegi ini mulai digenangi.
 
Waduk Jatibarang dibangun mengelilingi Goa Kreo. Wisatawan bisa melewati waduk dengan menyeberang jembatan nan artistik. Kehadiran waduk membuat wisatawan yang langganan berlibur ke Goa Kreo tambah kerasan. Udara segar, gemericik air, kicau burung, semua itu bisa dinikmati di sini. Plus, wisatawan bisa bermain dengan kera yang sudah sangat jinak dengan pengunjung.
Seremoni pengisian waduk dilaksanakan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dengan didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana Imam Santoso. Hadir pula Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Pengisian awal Waduk Jatibarang ini ditandai dengan penekanan tombol sirine serta diikuti dengan pentutupan pintu terowongan pengelak dan penandatanganan prasasti.
Peresmian Penggenangan Waduk Jatibarang
Seremoni Pengisian Waduk Jatibarang – Foto: @Humasjateng
Pengisian awal membutuhkan waktu enam hingga tujuh bulan untuk mencapai elevasi muka air normal 149,3 meter. Waduk Jatibarang dengan desain banjir 170 m3/detik serta dapat menambah pasokan air baku 1.050 liter/detik, dengan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro PLTMH 1,5 MW, serta untuk meningkatkan pariwisata kota Semarang.


Goa Kreo dan Waduk Jatibarang dapat diakses melalui Kalibanteng. Dari situ, ambil arah Jalan Abdul Rahman Saleh lalu ikuti terus jalan yang menuju ke Gunung Pati. Sesampainya di Desa Sadeng, cari pintu gerbang bertuliskan Desa Wisata Kandri. Dari situ kemudian belok kanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar